Rabu, 19 Oktober 2022

Rencana Mama

 

Papa tetap diam dan enggan membantu Mama. Dia hanya berdehem dan terlihat kikuk sebelum menyerahkan semua pada Mama.

"Ekhem...Mama aja yang bilang. Kan Mama yang punya rencana itu...," Ujar Papa.

"Eh, tapi kan papa setuju-setuju aja dengan usul Mama...," Ucap Mama.

"Ya, kalau papa nggak setuju nanti mama ngambek, trus papa disuruh tidur di luar ..," gerutu Papa.

"Dasar suami takut istri..," celetuk Om Delon. Papa memberi isyarat pelotota mata pada Om Delon setelah mendengar celetukan itu Sementara aku dan Davin hanya terkekeh sembari memperhatikan interaksi kedua orang tua kami.

"Sebenarnya Mama mau bilang apa?" Tanyaku kemudian, mencoba memecah perseteruan diantara mereka.

"Eh, gini Devan, Mama berencana mengenalkan kamu dengan Nadya, anak Tante Ratih dan Om Rafael teman papamu," ucap Mama kemudian, memberanikan diri karena beliau sesungguhnya tahu kalau aku paling enggan untuk membicarakan hal yang seperti ini.

"Terus....," Pancingku kemudian.

"Terus ya gitu, siapa tahu Devan mau ketemuan sama Nadya. Eh, tapi kalau Devan nggak mau nggak apa-apa kok. Mama akan jelasin sama tante Ratih. Toh, mama juga sering lakuin itu sama teman-teman Mama yang lain yang ingin jodohin anaknya sama kamu kan..," ucap Mama.

Aku menghela napas sebelum memberi penjelasan pada Mama.

"Ma, bukannya Devan nggak tahu apa yang Mama tahu. Tapi, Mama tahu kan kalau Devan belum siap. Kalau Devan sudah siap, Devan janji nggak perlu Mama yang cariin, Devan bakal bawa sendiri calon menantu Mama...," Ujarku.

"Iya, tapi kapan...? Ini sudah ke tujuh kalinya Mama jodohin kamu. Tapi, ketemu aja kamu nggak mau...," Ucap Mama dengan raut wajah cemberut.

"Devan nggak mau ngasih harapan sama mereka Ma, makanya Devan nggak mau nemuin mereka...,"

"Tapi kan nggak apa-apa ketemu doang Van, kalau kamu nggak cocok ya sudah..,"

"Ma...," Ucapku lirih dan kalau sudah seperti itu Mama tahu kalau aku tak ingin di bantah.

"Iya, iya Mama tahu, Mama nggak akan maksa kamu. Huft...padahal Mama kan cuman mau cepet nimang cucu kayak temen-temen Mama yang lain.

"Kalau Mama pingin cepet nimang cucu suruh aja noh si Davin buat nikahin Clarissa...," Cetusku meminta Mama buat nikahin Davino lebih dulu dengan Clarissa anak tetangga sebelah.

"Ih...enak aja aku dibawa-bawa mana sama Clarissa lagi, ogah cewek petakilan gitu...," Ujar Davino.

"Hush...nggak boleh gitu Davin, mama nggak pernah ngajarin kamu kayak gitu...," Ujar Mama.

"Tahu, jangan terlalu benci Vin, jatuh cinta tau rasa loe...," Ujarku yang kemudian di ikuti gelak tawa papa sama Om Delon. Sementara Davino yamg mendengar ledekanku hanya bisa merengut kesal.

"Huss...sudah..sudah," lerai Mama akhirnya.

"Mama suruh Om Delon nikah lagi aja noh, biar Mama bisa segera nimang cucu...," Celetuk Davino kemudian.

Semua pun hening kemudian. Bukannya tidak pernah hal seperti ini terjadi tapi tiap membahas tentang pernikahan dengan Om Delon pasti akan seperti ini.

Om Delon adalah seorang duda tanpa anak. Istrinya meninggal saat usia pernikahan mereka sudah menginjak 3 tahun. Tante Delia, almarhum istri Om Devan meninggal karena kanker. Dan lima tahun setelah meninggalnya Tante Delia, Om Delon tidak juga mencari penggantinya meskipun Mama dan Papa seringkali memberikan usulan tersebut.

Mama pun kemudian mencairkan suasana agar tidak menjadi hening. Devino yang tampak merasa bersalah pada Om Delon pun memberi isyarat tatapan mata sebagai tanda permintaan ma'af atas kesalahan dalam celetukannya tadi. Om Delon pun menggelengkan kepala sebagai tanda tidak apa-apa. Ia pun tersenyum kemudian diikuti kami semua.

🍁🍁🍁

 

 

 

 

 

0 komentar:

Posting Komentar